Categories
Pendidikan

Aliran-Aliran Klasik Pendidikan

Aliran-Aliran Klasik Pendidikan

Aliran-Aliran Klasik Pendidikan

Sekolah Pendidikan Klasik

Sekolah klasik dalam pendidikan umumnya berasal dari wilayah Eropa dan Amerika. Dan akhirnya, menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia: dibawa oleh penjajah, membaca buku, oleh orang-orang yang pergi bekerja di Eropa atau Amerika, dll. Distribusi ini telah menyebabkan pendapat kedua daerah menjadi referensi untuk menentukan kebijakan di bidang pendidikan di berbagai negara.
Gerakan klasik berarti empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi. Sampai sekarang, aliran masih digunakan, bahkan dengan perkembangan dengan waktu diperbaiki.


Aliran Pendidikan Nativisme

Istilah nativisme lahir dari kata natie. Sosok aliran ini adalah Schopenhauer. Dia adalah seorang filsuf Jerman yang hidup antara 1788-1880. Aliran ini menentukan bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor kelahiran manusia, dan bahwa sifat bawaan yang ada saat lahir adalah apa yang menentukan konsekuensi dari perkembangannya.

Pengertian Pesimisme Pedagogis

Menurut nativisme, pendidikan tidak dapat mengubah sifat alami. Oleh karena itu, jika pendapatnya benar, pelatihan itu tidak berguna atau, dengan kata lain, pelatihan tidak diperlukan. Dalam pendidikan ini disebut pesimisme pedagogis. Sebagai contoh, seorang anak dari seorang ayah yang berspesialisasi dalam musik akan menjadi seorang seniman musik yang dapat mengatasi bakat orang tuanya, mungkin hanya hingga setengah talenta orang tuanya.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :